*Ingatlah Lima Perkara Sebelum datang Lima perkara*

Kamis, 23 Oktober 2008

SYARIAT BERKURBAN



Artikel menjelang Idul adha 1429 H (H-45)

Oleh : Abdul Muta'al Al Jabari

Kurban yg disyariatkan adalah berupa hewan (unta, sapi, atau kambing) yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ayat Al Qur'an di bawah ini menjadi dasar syariat penyembelihan hewan kurban, adalah:
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah." (Al Kautsar 1-2)

Ibnu Jarir mengartikan ayat tersebut sebagai berikut : "Jadikanlah shalatmu ikhlas hanya untuk Allah semata dengan sama sekali tidak mengharapkan kepada selain daripada-Nya. Demikian juga kurban yang kamu tunaikan, niatkanlah hanya untuk Allah, tidak untuk berhala-berhala, sebagai realisasi syukur atas apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu yang tak terhingga banyaknya."

Ibnu Juraij meriwayatkan bahwa dulu orang-orang jahiliah berkurban dengan daging dan darah unta untuk Ka'bah. Melihat hal demikian, para sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW seraya berkata, "Kita lebih berhak dalam berkurban." Dari peristiwa ini turunlah ayat :
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya...." (Al Hajj 37)

Dalam hadits Aisyah r.a. disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya pahala sedekah itu telah sampai kepada Allah sebelum sampai ke tangan orang yang menerima, dan darah hewan kurban telah berada dalam tempat di sisi Allah sebelum ia mengalir di tanah." (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadits lain, juga dari Aisyah, Nabi bersabda :
"Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

Menurut Tirmidzi hadits tersebut hasan, sedangkan Hakim berpendapat bahwa isnadnya sahih. Sebagian ulama mengatakan isnad itu lemah, namun karena mengandung ajakan untuk mengutamakan kurban 1, hadist itu tidak tercela.

Begitulah berkat keutamaannya, Allah segera menetapkan pahala berkurban walaupun pisau baru digesekkan pada leher hewan itu, sebelum darahnya membasahi tanah. Hal itu merupakan balasan atas ketaatan orang yang berkurban dalam memenuhi seruan Allah. Mereka telah mengkurbankan hartanya agar terhindar dari cengkeraman sikap bakhil yang pada dasarnya merupakan tabiat asli manusia, seperti yang difirmankan Allah (QS An Nisa 128). Namun, melalui ibadah kurban, manusia akan hidup lapang dalam kedermawanan.



demikian sedikit ringkasan artikel, semoga bisa menggugah ruhani jiwa kita untuk selalu ikhlas berkurban HANYA dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. amin

(sumber tebarhewan.or.id)



Sabtu, 04 Oktober 2008

Sharing Liputan Ramadhan dan Idul Fitri 1429 H

Bulan Ramadhan telah berlalu.... Idul fitri pun sudah lewat,
semoga kita semua berhasil mendapatkan "makna" Ramadhan dan Idul fitri yang menghunjam jauh kedalam ruhani kita...
selain makna yang terhunjam kepada Ruhani kita tersebut, sebagai kenangan
berikut ini ada kagiatan amaliyah Ramadhan 1429 H dalam gambar foto.....


Ramadhan 2008

Selasa, 30 September 2008

KEMBALI KE FITRAH

Bulan Ramadhan sudah diujungnya, maka setiap muslim selalu berharap menyambut hari raya Idul fitri dengan semangat kembali fitri dalam pengertian awam terbebas dari dosa seperti bayi yang terlahir kembali. pendapat itu tidak salah, tapi mungkin harus lebih diperjelas, seperti yang telah disampaikan Bp. Ustdz DR. H Husnul hakim dalam kultum malam 29 Ramadhan.
Idul Fitri atau kembali ke fitrah sebagaimana dijelaskan pak husnul sebagai fitrah jiwa manusia yang kembali sebagai hamba Allah yang ditakdirkan hanya untuk mengabdi dan selalu berbuat baik atau berakhlaqul karimah. 
"jadi fitrah manusia itu taat dan ringan beribadah mengabdi hanya kepada allah, mampu menumbuhkan kasih sayang, berbuat jujur, disiplin persis apa yang kita lakukan pada waktu berpuasa" papar beliau.
kalau itu semua bisa kita lakukan diluar Ramadhan berarti memang kita sudah kembali ke Fitrah sebagai manusia. (hasbi)

wallahualambishowab 

Minggu, 07 September 2008

Lelang amal untuk Perluasan Masjid..

Subhanallah... walhamdulillah.. walaailahaillallah... wallahuakbar,

Sabtu malam minggu, 7 Ramadhan 1429 H panitia pengembangan dan perluasan masjid assalam mengelar acara "Sosialisasi Rencana pengembangan dan perluasan masjid Assalam" yang dilaksanakan setelah selesasi sholat tarawih dan witir.
pada acara yang dipandu oleh ketua Pengembangan dan perluasan masjid (H. Ihsan Mahmudi) tersebut memaparkan perkembangan fisik masjid assalam yang dibangun sejak tahun 2001 tersebut sampai saat ini. dan rencananya Insyaallah akan diperluas menjadi 2 lantai agar dapat menampung lebih banyak jamaah lagi, "hal ini kenapa dimulai dari sekarang, agar dapat mengantisipasi 2-3 tahun kedepan seiring dengan semakin bertambahnya warga/jamaah masjid assalam dari tahun ke tahun" kata beliau. 
Pembangunannya sendiri Insyaallah baru akan dimulai sekitar bulan Juni 2009 dan dilaksanakan 3 tahap sampai perkiraan selesai bulan November 2010, "mengapa pengembangan masjid ini tidak bisa cepat dikarenakan dananya hanya mengandalkan infaq dari jamaah" paparnya.    

Dalam acara yang berlangsung tidak lebih dari 2 jam tersebut berhasil mengumpulkan dana infaq sebesar Rp. 117.600.000,- (Subhannallah.....), rupanya para jamaah tidak menyia-yiakan moment bulanRamadhan yang penuh berkah ini untuk beramal. semoga mereka yang sudah komitmen berinfaq tersebut diberikan pahala yang berlipat ganda dan diberikan keberkahan Rezeki yang masih dimilikinya, amin. 

Untuk jamaah yang lainnya, yang berniat dan berminat Insyaallah ada sesi kedua pada hari Sabtu, 20 Sept 2008 silahkan bergabung bersamaan dengan acara BUKA PUASA BERSAMA di masjid Assalam, selain itu bisa juga menyalurkan infaq/shodaqohnya untuk pengembangan masjid Assalam di rekening:

BNI Syariah   a/c No. 015-0084670
Bank Syariah Mandiri a/c No. 118-7006958
a/n : H. Daafi Armanda (Bendahara Panitia)

berikut list hasil lelang: