*Ingatlah Lima Perkara Sebelum datang Lima perkara*

Rabu, 28 Januari 2009

Jadwal petugas Khotib Jum'at 2009

Assalamu 'alaikum wrwb,
seperti tahun yang lalu setiap bulan januari kami selalu memberikan jadwal untuk petugas khotib sholat jum'at di masjid assalam, untuk tahun ini 1430 - 1431 H (2009 M) kami telah memyusun jadwal khotib jum'at seperti terlampir.
http://spreadsheets.google.com/pub?key=p-i1K-v7ctLk7uTAsjizAaQ


jadwal ini untuk dapat diketahui oleh petugas dan seluruh jamaah.
wassalam wrwb

Rabu, 10 Desember 2008

Sharing Foto-foto Idul Adha 1429 H

Assalamu 'alaikum wrwb,
10 dzulhijjah tahun ini jatuh pada tanggal 8 Desember 2008, seperti biasanya masjid assalam menyelenggarakan kegiatan mulai dari Takbir keliling, sholat Id, dan pastinya menyembelih hewan Qurban. alhamdulillah tahun ini jamaah masjid assalam yang berqurban melalui panitia Idul adha sebanyak 6 ekor sapi (42 jiwa) dan 52 ekor kambing.
berikut dokumentasi kegiatannya... 
(foto by wta,lk,ddy,iwh) 

wassalamu 'alaikumwrwb



Ada lagi nih:
by Mr. LK

Kamis, 27 November 2008

INFO QURBAN 1429 H

“Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, Maka dirikanlah shalat karena Tuhan-Mu, dan berqurbanlah” (QS.Al Kautsar (108 : 1-2)



Kami Panitia Penyelenggara Shalat Idul Adha dan Qurban Masjid Assalam Wismamas Pondok Cabe 1429 H, siap membantu para Jama`ah yang pada tahun ini berniat untuk melaksanakan Qurban. Adapun jenis hewan, harga serta ketentuan – ketentuannya sebagai berikut :

Panitia menyediakan hewan qurban yang memenuhi syarat untuk berqurban sesuai syariat Islam, sehat (melalui pemeriksaan dokter hewan).

Jenis Hewan : Kambing
Ukuran/Berat : Berkisar 30-35 Kg
Harga : Rp.850.000,00
Biaya operasional : Rp. 50.000,00

Jenis Hewan : Sapi
Ukuran/Berat : Berkisar 300 Kg
Harga perekor : Rp. 7.000.000,00
Biaya operasional : Rp. 350.000,00
Harga perorang : Rp. 1.050.000,00, (apabila 1 ekor untuk 7 orang)

Panitia juga menerima langsung hewan qurban yang dibeli oleh Bapak/Ibu sendiri, dengan dikenakan biaya operasional sebesar Rp. 50.000/ekor kambing dan 350.000/ekor sapi, biaya operasional tersebut digunakan untuk merawat, menjaga, menyembelih sampai pengepakan dan pendistribusian hewan qurban tersebut.

Pendaftaran & Penyerahan Hewan Qurban :
Panitia siap menerima pesanan mulai hari ini, sampai dengan tanggal 06 Desember 2008 atau 2 hari sebelum hari H.
Bagi jamaah yang akan menyerahkan langsung berupa hewan qurban, baru dapat kami terima tanggal 07 Desember 2008.
Untuk memudahkan para jamaah dalam pendaftaran qurban, kami telah membentuk perwakilan di tiap-tiap RT antara lain :

1. RT 01 Bp. Fathul Bari Tlp 0813.10700338
2. RT 02 Bp. Toto Rahayu Tlp 0811.884606
3. RT 03 Bp. Rahman Tlp 74717303/0818.478756
4. RT 04 Bp. Kuncoro P Tlp 74717414
5. RT 05 Bp. Rochman Tlp 0812.9980025
6. RT 06 Bp. Indra Tlp 0852.16691373
7. RT 07 Bp. Iwan Tlp 7471.7400
8. RT 08 Bp. H. Wahyudi M Tlp 0812.8215052/74717477

Atau bisa langsung ke Masjid Assalam dengan Panitia Penerimaan :
Bp. H. Sefta Hermizan, Tlp. 74717374 -70937165.
Mari kita jadikan Idul Qurban 10 Dzulhijjah 1429 H sebagai momentum yang tepat dalam rangka memupuk rasa keikhlasan kita, meneguhkan kembali rasa kepedulian dan kebersamaan untuk mewujudkan kehidupan yang aman, tentram, saling menghargai dan mengasihi sesama umat bumi ini.


Cinangka, 24 November 2008
Panitia Idul Qurban 1429 H
Masjid Assalam Wismamas Pondok Cabe

(Khower Jhon K)
Ketua Pelaksana

Mengetahui Ketua Takmir Masjid,
(DR. H.Mastuki. H.s, M Ag)

Kamis, 23 Oktober 2008

SYARIAT BERKURBAN



Artikel menjelang Idul adha 1429 H (H-45)

Oleh : Abdul Muta'al Al Jabari

Kurban yg disyariatkan adalah berupa hewan (unta, sapi, atau kambing) yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ayat Al Qur'an di bawah ini menjadi dasar syariat penyembelihan hewan kurban, adalah:
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah." (Al Kautsar 1-2)

Ibnu Jarir mengartikan ayat tersebut sebagai berikut : "Jadikanlah shalatmu ikhlas hanya untuk Allah semata dengan sama sekali tidak mengharapkan kepada selain daripada-Nya. Demikian juga kurban yang kamu tunaikan, niatkanlah hanya untuk Allah, tidak untuk berhala-berhala, sebagai realisasi syukur atas apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu yang tak terhingga banyaknya."

Ibnu Juraij meriwayatkan bahwa dulu orang-orang jahiliah berkurban dengan daging dan darah unta untuk Ka'bah. Melihat hal demikian, para sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW seraya berkata, "Kita lebih berhak dalam berkurban." Dari peristiwa ini turunlah ayat :
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya...." (Al Hajj 37)

Dalam hadits Aisyah r.a. disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya pahala sedekah itu telah sampai kepada Allah sebelum sampai ke tangan orang yang menerima, dan darah hewan kurban telah berada dalam tempat di sisi Allah sebelum ia mengalir di tanah." (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadits lain, juga dari Aisyah, Nabi bersabda :
"Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

Menurut Tirmidzi hadits tersebut hasan, sedangkan Hakim berpendapat bahwa isnadnya sahih. Sebagian ulama mengatakan isnad itu lemah, namun karena mengandung ajakan untuk mengutamakan kurban 1, hadist itu tidak tercela.

Begitulah berkat keutamaannya, Allah segera menetapkan pahala berkurban walaupun pisau baru digesekkan pada leher hewan itu, sebelum darahnya membasahi tanah. Hal itu merupakan balasan atas ketaatan orang yang berkurban dalam memenuhi seruan Allah. Mereka telah mengkurbankan hartanya agar terhindar dari cengkeraman sikap bakhil yang pada dasarnya merupakan tabiat asli manusia, seperti yang difirmankan Allah (QS An Nisa 128). Namun, melalui ibadah kurban, manusia akan hidup lapang dalam kedermawanan.



demikian sedikit ringkasan artikel, semoga bisa menggugah ruhani jiwa kita untuk selalu ikhlas berkurban HANYA dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. amin

(sumber tebarhewan.or.id)